Tali Persahabatan yang Putus (Karya: Amalia. P)

 Tubuhku Terguncang hingga ke sumsum tulang

Jiwa dan ragaku terasa melayang

Air di ujung mata 

berbondong-bondong 

keluar dari peraduannya

sendu remaja itu membekukan suasana


Langit pun menjadi kelabu

Angin bertiup menderu-deru

pohon yang tadinya kokoh seperti Tugu Jogja

Dikoyak angin hingga tumbang seketika 


Pikiranku bagaikan benang kusut 

Karena adu mulut dengan sahabat

sudah ku kecamkan, Aku adalah manusia pelupa

insan biasa yang berlumuran dosa


Sekarang, ditinggalah aku sendiri

dengan alam yang selalu menemani

rerumput teki yang menjadi permadani

dalam batin, Aku tetap berkecamuk

Berharap pertemanan seerat eceng gondok





(Puisi ini saya gubah pada saat industrial trip) 




Komentar