Teks Rekon: "Peristiwa Padang Area"
Peristiwa
Padang Area
Fabio,
Rifky, Lana, Amel
Orientasi
Urutan Peristiwa
Beberapa minggu sejak kedatangan
Sekutu pada Oktober 1945, Padang penuh sesak oleh pengungsi. Sebagian besar
pengungsi adalah orang Belanda atau orang Eropa yang bekerja untuk Belanda dan
perusahaan swasta. Dalam jumlah kecil, terdapat bekas serdadu KNIL Ambon dan Manado yang
mengabdikan diri mereka untuk kepentingan Belanda. Pihak Republik membantu
Sekutu menyediakan tempat pengungsian. Namun, seiring bertambahnya jumlah
pengungsi, pihak Republik mulai kesulitan menanggulangi.
Said segera mendapat pertolongan dari Komisaris Polisi Johnny Anwar. Kasus yang menimpa Said tersiar luas di kalangan Republik. Pada malam hari, sekelompok pemuda di bawah pimpinan Rasyid Boneng bergerak menyerang serdadu KNIL di Sekolah Teknik Simpang Haru. Beberapa orang serdadu KNIL tewas akibat serangan tersebut. Sejawaran Mestika Zed menyebut jumlah korban tidak diketahui. Buntut dari insiden tersebut, tentara Sekutu dan KNIL melakukan penggeledahan terhadap rumah-rumah penduduk di sekitar Simpang Haru, Parak Gadang, hingga Bandar Buat. Beratus-ratus pemuda dijebloskan ke penjara. Beberapa rumah penduduk dibakar dan memakan korban dari pihak Republik.
Reorientasi
Pada 27 November 1945, kota Padang,
Sumatra Barat, menjadi salah satu peristiwa bersejarah dalam perjuangan
mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Insiden ini berpusat di Sekolah Teknik
Simpang Haru, yang dahulu dikenal sebagai Kageo Gakko, dan kini dikenal sebagai
SMK. Pada saat itu, tentara Sekutu, yang diwakili oleh serdadu KNIL (Koninklijk
Nederlandsch-Indisch Leger), telah menduduki sekolah ini secara paksa.



Komentar
Posting Komentar